Awal perpisahan kita
Awal kita berpisah, tepatnya saat kau benar2 meninggalkanku. Aku berfikir mungkin besok, lusa dan seterusnya kita tak akan berasama lagi, takkan berjumpa lagi, takkan berbincang lagi. Pagi ini jendela kamarku dibasahi rintikan air yang turun dari daun sisa hujan semalam, dan aku hanya bisa temenung, memikirkan pertanyaan2 yang ada di benakku. Aku tak mengerti mengapa semua terjadi bagitu saja, baru kemarin rasa nya aku menikmati senyum itu, senyum yang masih milikku. Tapi malam itu ternyata merenggut semuanya, semua senyummu, semua perhatianmu, semua kasih sayangmu, semua yang ku dapati darimu. Langit pun mulai gelap tanda hujan akan segera turun, begitupun dengan suasana hatiku. Aku tak pandai untuk menutupi perasaan ku, terlebih kini aku baru saja kehilangmu, kehilangan sosok yang dulu slalu hiasi hariku. Fikiranku mulai kacau, aku masih tak percaya bahwa kau bisa pergi begitu saja. Apa salahku ? Mengapa pergi ? Tolong jelaskan dulu ? Ah sudahlah, ku rasa semua percuma, kau sudah beranjak terlalu jauh. Hati ini ingin kau tetap disini, mata yang dari semalam memandangi fotomu pun tak berhenti berharap kau akan kembali, tapi kenyataan memaksaku untuk terima segalanya, mengikhlaskan mu yang memang sudah tak bisa lagi bersamaku.

0 komentar:
Posting Komentar