Dulu, ini adalah rumah ku, rumah kamu, rumah kita. Sebelum kejadian itu menghancurkan kita beberapa saat. Sekarang, tempat ini terasa begitu asing untuk ku, begitu pun dengan kamu. Mata itu sudah tak memancarkan binar cinta seperti biasanya, juga perhatian yang terasa dingin, bahkan dekapan itu sudah tak menenangkan lagi. Semua sudah kau serahkan untuk gadis itu, termasuk cinta. Kehancuran atas orang ketiga bukan lah kesalahan yang bisa di tolerir. Fikiran ku sudah tak terima kau kembali, bahkan kalau boleh jujur, aku begitu benci atas penghianatan itu. tapi aku tak bisa menyangkal bahwa hati ini diam-diam berharap kau kembali, walau begitu banyak luka yang ku dapati.
Jumat, 28 Oktober 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar